Obrol Sastra di Taman Nasional

“Saya sedang baca Pram. The Earth of Mankind,” ujar pria berkacamata itu.

“Oh, ya? Kamu suka sastra?” tanya saya.

“Saya mengajar di Sastra Inggris. Ada nggak penulis Indonesia lainnya yang karyanya bisa saya baca?”

“Sudah baca karya Eka Kurniawan?”

***

Saya dan Fairuzahanun Razak dapat kesempatan memandu Madigandan Maggie, dua tamu Baloeran Ecolodge asal Amerika Serikat.

Saat tur desa, berjalan ke arah Pantai Pandean, saya berbincang dengan Maggie, Hanun dengan Madigan. Maggie seorang akuntan yang sehari-harinya bekerja di depan komputer. Cukup membuat stres. Sembilan tahun ia berkecimpung di bidang itu dengan jadwal liburan yang sedikit. Ia putuskan mengundurkan diri karena ikut suaminya pindah mengajar dari Virginia ke Massachusetts.

13962727_10154378852304304_2483123430559644467_n

Petang, jalan kaki balik ke ecolodge sekitar 1,5 km, saya gantian bincang-bincang dengan Madigan Haley. Ia seorang Ph.D. Sastra Inggris jebolan Universitas Virginia. Maka, topik buku, sastra, penulisan kreatif, sedikit politik, juga pendidikan di universitas mendominasi obrolan kami sepanjang perjalanan. Jalanan Desa Wonorejo yang tak begitu terang pencahayaannya dengan selingan musik dangdut kondangan, menjadi latar.

Esok paginya di dalam taman nasional, kami tak henti diskusi. Bertukar isi pikiran dan pengalaman. Berjalan di jalur bakau, jalur rawa, garis pantai, hingga duduk-duduk nongkrong minum teh di kantin Pantai Bama.

13902834_10154378852604304_6991344395396296366_n

***

Sebelum meninggalkan ecolodge pada Kamis siang (28/7), kami bertukar e-mail dan blog. Selain membeli novel “Eros” si Hanun, Madigan meminta saya dan Hanun untuk menuliskan buku-buku rekomendasi kami untuk dia baca. Saya menuliskan beberapa karya penulis Indonesia, antara lain: Andrea Hirata (The Rainbow Troops), Eka Kurniawan (Man Tiger dan Beauty is Wound), Leila S. Chudori (Home), karya-karya Pramoedya Ananta Toer lainnya.

“Jangan ragu untuk menghubungi saya via e-mail. Kalau kamu mau tanya tentang sastra, beasiswa kepenulisan, penulisan kreatif, kontak saja saya. Semoga saya bisa membantumu,” ujar pria yang pada September nanti akan pindah mengajar ke College of the Holy Cross, Worcester, Massachusetts itu.

Saya memang belum mengecap suasana belajar di luar negeri, tapi berbincang dengan mereka berdua membuat saya makin yakin: cita-cita itu kian jelas, kian dekat.

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s