Hadiah Ulang Tahun ke-29

27 Juni nanti saya akan berusia 29 tahun. Saya akan menghadiahi diri saya dengan karya terbaru, Insyaallah. Sebuah buku kumpulan puisi.

Apalagi itu masih dalam suasana Syawal, saya pikir akan menjadi momentum yang sakral. Setidaknya buat saya pribadi.

Saya tidak punya keinginan yang muluk-muluk. Saya juga tidak merencanakan untuk pergi ke suatu tempat, misalnya. Kemungkinan besar memang saya akan sedang berada di Lombok saat itu. Palingan menikmati opor ayam dengan keluarga besar.

Saya juga berniat mengadakan acara bincang-bincang terkait buku saya. Mungkin sekembali saya dari Lombok alias ketika saya balik ke Surabaya. Nanti saya ajak beberapa komunitas literasi untuk ikut.

Selebihnya, saya kangen mengeluarkan karya solo. Duh, lama sekali rasanya tidak menghasilkan karya baru. Tere Liye saja bisa sampai empat novel dalam setahun. Saya? Jangan dibandingkan.

Lalu

Saya dengan buku karya murid-murid saya di Indonesia Writing Edu Center. Saya juga menyunting naskah dalam buku kumpulan cerpen ini.

Sudah cukup rasanya bertualang dengan mengerjakan banyak hal ‘baru’ yang menantang buat saya. Apalagi saya dilimpahi aliran energi kreativitas yang luar biasa dalam pekerjaan saya sebagai pengajar. Maka, saya bisa menenangkan diri untuk fokus berkarya solo lagi.

Saya harus belajar berjarak dengan kegiatan saya. Saya harus mencari waktu untuk berkontemplasi. Merenung. Lalu, merakit bait-bait puisi atau coretan apa pun, entah di media sosial juga blog.

Saya sudah cukup puas bernyanyi potongan-potongan lagu yang saya unggah di Instagram. Meski memang, saya masih penasaran suasana audisi ajang pencarian bakat di bidang menyanyi. Saya ingin menjajal dunia kreativitas lebih jauh lagi.

Mungkin ini terkesan melantur. Ah, biarlah. Saya kangen menulis di blog. Biasanya saya menulis untuk situs sekolah tempat saya bekerja atau menangani naskah anak-anak, atau mengecek proof materi poster, proposal, atau copy writing media sosial. Saya hanya ingin menuliskan uneg-uneg saya. Lebih-lebih terkait dengan buku puisi yang naskahnya terus saya bikin. Biar tercapai sekitar 100 buah puisi.

Oh iya, saya telah mengirimkan 30 naskah puisi kepada panitia Ubud Writers and Readers Festival pada Februari lalu. Saya tidak terlalu berharap bisa lolos ke festival sastra bergengsi tingkat dunia tersebut. Setidaknya, panitia membaca naskah saya. Pernah membaca tulisan-tulisan saya. Nanti saya mengeluarkan buku. Dan, saya akan coba terus menulis untuk saya ikutkan lagi di seleksi tahun mendatang.

Mari mencipta. Mari berkarya. Karyalah yang akan memanjangkan usia kita. Kalau kita bukan anak ulama, bukan anak raja, menulislah.

 

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s