Karena Saya Punya Energi Positif Lebih

“Kenapa kamu memilih Shs Surabaya?” tanya saya.

“Karena saya punya energi positif lebih. Saya ingin membagikannya pada orang lain,” ucap pemuda berusia 25 tahun itu dengan serius.

Sontak teman-temannya tertawa. Saya pun tertawa sekaligus takjub. Ada ‘sesuatu’ dalam diri pemuda ini.

Saya mengenalnya pada Selasa malam lalu, usai kelas Ecotourism. Saat itu saya sedang berbincang santai di depan lobi Surabaya Hotel School dengan beberapa siswa terkait jalan-jalan. Ada yang cerita tentang hobinya touring. Bersama kawan-kawannya pernah melakukan perjalanan berbulan-bulan dari Surabaya ke Jakarta kemudian balik lagi lewat jalur selatan dan bablas ke Lombok.

Mendengar kata ‘Lombok’, si pemuda dan satu temannya mendekat. Rupanya ia dari jurusan lain. Namun, ia langsung menyambar bahwa tahun lalu ia ke Lombok. Menginap di Rumah Singgah Lombok beberapa hari, dan sebelumnya bergabung di grup Lombok Backpacker.

16

Saya dan Hanun (pakai jilbab) memandu anak-anak muda dari Belgia ke dalam Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Ini bagian dari kegiatan ekowisata.

Ketika tahu bahwa saya yang bikin grup tersebut, obrolan kami pun berlangsung lama. Ia lebih banyak bertutur, saya menyimak.

Sebagai orang yang lama bekerja di bidang kesehatan, ia memutuskan untuk keluar. Sekarang, ia sibuk dengan usaha jasa catering dan memilih memperdalam ilmunya di Shs Surabaya.

“Saya ingin keluar dari zona nyaman. Saya ingin keliling dunia. Kerja di kapal pesiar,” tuturnya.

Guntur, nama pemuda tersebut. Ia benar-benar serius. Raut mukanya serius. Cara bertuturnya pun menunjukkan kesungguhan.

Keesokan malamnya di kelas, saat saya tanya apa itu Ecotourism, ia yang paling siap. Ia membacakan catatannya.

Wuih, gila! Anak ini cari tahu dulu. Niat betul. Saya berdecak kagum dalam hati.

Usai kelas, di parkiran motor, ia mendekati saya.

“Pak, saya punya banyak pertanyaan. Tolong jelaskan, ya?”

Ia membuka buku tulisnya. Rupanya, ia telah menyiapkan sederetan pertanyaan tertulis. Tangan kanannya siap mencatat dengan bolpoin.

Astaga. Pembelajar banget! Wartawan banget. Meski kemudian saya tahu bahwa kakak perempuannya adalah mantan wartawan Jawa Pos. Sedikit banyak, ia terinspirasi dari cara kerja kakaknya.

Saya mencoba menjabarkan dari tiap-tiap pertanyaannya yang cukup mendasar, semisal: kenapa pendidikan lingkungan tidak diajarkan sejak kecil? Kenapa ecotourism tidak diajarkan saja di pendidikan dasar? Dan masih banyak kenapa lainnya.

Ajaibnya, ia mencatat poin-poin yang saya sampaikan. Padahal itu di parkiran, saya sudah duduk manis di atas motor, siap pulang.

“Kamu wartawan banget caranya,” ucap saya sambil terkekeh.

“Iya, kan. Nanti kalau saya kerja di kapal pesiar atau keliling dunia, saya bisa sampaikan tentang ecotourism ini ke orang-orang yang saya temui.”

Masya Allah!

Saya pulang dengan energi positif yang melimpah dan makin tertantang untuk terus belajar.

Terima kasih, Guntur. Terima kasih.

Iklan

2 thoughts on “Karena Saya Punya Energi Positif Lebih

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s