Melawan Miskin Pikiran

Melawan Miskin Pikiran

Belakangan ini, saya sedang gandrung mengikuti kolom yang ditulis oleh Hasanudin Abdurakhman di laman Kompas.com. Kegandrungan saya bukan sekadar karena gaya tulisannya yang renyah dengan kalimat yang padat dan lugas, tapi lebih pada gagasan-gagasannya yang menggugat. Banyak hal yang ia gugat. Tentang sistem birokasi, ekonomi, teknologi, dan pendidikan, dan banyak lagi, Namun, semua bermuara pada … Baca lebih lanjut

Berkawan dengan Kegelisahan, Belajar Ala Kekinian

Berkawan dengan Kegelisahan, Belajar Ala Kekinian

Kegelisahan bukan untuk dimusuhi, tapi dikawani. Itu yang coba saya lakukan di kelas ekowisata Surabaya Hotel School. Tiap kali masuk kelas, ada sekelompok mahasiswa yang saya pindai mendengarkan lagu dengan headset. Mereka pun gegas mematikannya. Itu upaya mereka, mungkin, untuk bunuh waktu. Saya cukup sering pula lihat mahasiswa yang cek hp mereka saat kelas berlangsung. … Baca lebih lanjut

Tubuh Pun Punya Haknya

Tubuh Pun Punya Haknya

Tubuh punya keterbatasan. Ketika kau mendayagunakannya secara berlebihan, ia akan berontak. Ia akan memberikan alarm. Tanda. Istirahatkan saya. Istirahatkan. Mungkin demikian ia berkata andai bisa. Tanpa bicara pun, harusnya kita peka. Kitalah yang harus mengasah kepekaan mengenai alarm alamiah tubuh kita. Kita yang bisa rasakan segar, sehat. Kita pula yang rasakan lelah. Meski kadang semangat atau nafsu … Baca lebih lanjut

[Adv] Pantang Jalan-Jalan ke Lombok Sebelum Cek Tiket2.com

[Adv] Pantang Jalan-Jalan ke Lombok Sebelum Cek Tiket2.com

Barangsiapa yang suka jalan-jalan, pantang baginya untuk tidak mengecek tiket2.com. Kalimat ini sekonyong-konyong keluar dari kepala saya. Bukan apa. Kian tingginya demam traveling yang melanda anak muda Indonesia, kian tinggi pula frekuensi mereka untuk mencari tahu informasi mengenai cara menuju destinasi. Awalnya mereka mungkin melihat foto-foto cakep di blog, Instagram atau Facebook atau media sosial lainnya. Kemudian, mereka googling mengenai destinasi … Baca lebih lanjut

Mengapa Mengajar?

Mengapa Mengajar?

Mengapa mengajar? Apa kabar cita-cita semasa SMP, yakni jadi diplomat? Masihkah ingin saya kejar?  Saya rasa, tidak. Semakin ke sini, saya merasa bahwa belajar, berkarya lewat tulisan, jalan-jalan, dan mengajar adalah tema besar hidup saya. Buku menjadi perekat semuanya. Dengan buku, saya bisa ke sana kemari. Menjelajah dunia intelektual sekaligus mengantarkan saya pada hal-hal baru yang menakjubkan. Buku … Baca lebih lanjut

Minoritas Kreatif Berdedikasi

Minoritas Kreatif Berdedikasi

“Almost always, the creative dedicated minority has made the world better. ” – Martin Luther King, Jr. Istilah ‘creative dedicated minority’ saya temukan secara tak sengaja ketika menelusuri laman Google. Itu gegara pertanyaan yang muncul dari seorang mahasiswa DKV ITS yang sedang magang di kantor. “Mas, dedicated minority itu, apa?” Dengan intuisi, saya coba menerka … Baca lebih lanjut

Kala Mata Sejenak Tak Akrab Cahaya, Bagaimana Indra Lainnya Bekerja?

Kala Mata Sejenak Tak Akrab Cahaya, Bagaimana Indra Lainnya Bekerja?

“Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau disentuh. Semuanya harus dirasakan dengan hati.” (Helen Keller) Jumat lalu (9/9) di kelas menulis Asrama Al Furqon, kami belajar deskripsi. Memaksimalkan pancaindra. Berhubung para penulis pemula biasanya menggunakan indra penglihatan secara dominan, saya meminta mereka untuk menguncinya sejenak. Biar indra-indra lainnya optimal ambil peran. Sebab, … Baca lebih lanjut

Faces & Places

Faces & Places

Sejak membaca ‘Hidup Sederhana’ Desi Anwar yang terlebih dahulu terbit edisi bahasa Inggrisnya ‘A Simple Life’, saya kesengsem dengan kesederhanaan tuturnya. Mengayun pelan namun berisi. Catatan-catatannya kontemplatif. Laiknya sedang membaca pikiran yang meditatif. Sosok yang cerdas namun dengan pembawaan yang tenang, tak heran kiranya jika Desi Anwar adalah salah satu senior anchor favorit saya. Ia … Baca lebih lanjut