Perihal

Ini area pengungsian saya. Sebelumnya berteduh di lafatah.multiply.com. Tapi, area lama digusur semena-mena oleh diktator baru, Stefan Magdalinsky. Terpaksa saya eksodus.

Sedih, tentu saja. Namun, sebagaimana diri saya yang tak pernah lama larut dalam satu hal, saya pun (mem)biasa(kan) (diri). Dalam kasus ini, apalagi, pernah saya renungkan jauh-jauh hari. Prediksikan, tepatnya. Begini tulisan yang pernah saya unggah di blog Multiply pada 30 Juni 2009.

“Jika Kiamat Tiba, Bagaimana Nasib Tulisan-tulisan Saya?”

Saya terkadang merenung. Saya suka menulis. Bila perlu, saya akan menuliskan setiap detak kegiatan saya. Bahkan, saya merasa ‘ada’, karena saya menulis. Teman-teman kuliah yang mungkin pas awal-awal semester melihat saya sebelh mata, akhirnya bisa saya ‘buka’ mata mereka dengan kegiatan menulis saya ini. Sungguh, saya diuntungkan oleh kegemaran saya ini.

Lama-kelamaan, saya dikenal oleh sebagian besar teman sebagai orang yang lebih suka menulis, daripada ngoceh nggak jelas. Jadi, menulis saya lakukan agar bisa eksis? Agar dipandang ‘ada’ oleh orang lain? Begitu???

Saya pun dihadapkan pada sebuah hal yang sulit. Saya merasa agak pongah dengan kegiatan saya ini. Jika ada tulisan menarik yang saya buat sendiri, saya pun berpromosi pada teman-teman. Ngetag teman di FB. Mengirim notifikasi via email agar teman-teman membaca tulisan saya. Jika ada yang berkomentar, saya pun seperti melayang ke awang. Apalagi jika komentarnya banyak, saya makin puas. Berulang kali saya akan membaca tulisan saya tersebut. SAYA BANGGA!!!

Lalu, sempat terbersit di pikiran saya. Gimana ya kalau server blog saya ini dihancurkan? Entah karena peristiwa pengeboman ataukah adanya sebuah bencana yang mahadahsyat? Server hancur, otomatis tulisan-tulisan saya di blog ini akan hilang juga. Lalu, akan saya ke manakan rasa bangga saya terhadap tulisan-tulisan saya tersebut???

Dan, gimana kalau bukan sekadar pengeboman atau semacam bencana, tapi lebih dahsyat lagi, yakni KIAMAT… Bagaimana nasib tulisan-tulisan saya?

Saya pun teringat pada salah seorang penyair asal Sumbawa, Dinullah Rayes. Saya pernah membaca di sebuah harian lokal di Lombok kalau rumah sang penyair terbakar. Karya-karyanya berupa naskah puisi, tertelan api. Buku-buku yang selama ini jadi penemannya, juga habis terlahap api. Dokumen-dokumen sastra dan dokumen perjalanan hidupnya juga ikut musnah. Lalu???

Seperti itulah yang saya maksudkan.

Jika kiamat tiba, bagaimana nasib tulisan-tulisan saya???

Ah, sangat tidak pantas saya bersombong diri.

Iklan

10 thoughts on “Perihal

  1. keren. jarang ada eksodus yg bisa bercerita seperti ini. tanpa marah-marah pada si Tuan Tanah yang telah menggusurnya. MP saya juga di gusur. Tapi jauh hari sebelumnya, saya telah berselingkuh dengan WP. Jadi jika tiba-tiba suatu hari saya pulang ke MP, dan tiba-tiba ada surat talak tiga. Yah apa daya, saya pun ke lain hati ;D

  2. Wow!! Lalu!!!! Udah pindah di WordPress !!! Semoga dengan muncul di wordpress semakin dekat 😀

    Tulisan yang ini jadi sebuah perenungan juga buat gue yang doyan nulis .. hmmm…

    Soalnya kadang gue berpikir kalo ‘kita adalah tulisan kita, tulisan kita adalah perwujudan dari diri kita, kehidupan kita :D’ .. Jadi kayaknya ada yang kurang aja yah tanpa menulis…

    Tulisan menurut gue adalah sebuah salah satu recorder kehidupan seperti halnya poto..Maka, rasanya bakal nyesek gimana gitu kalo tulisan-tulisan kita hilang , seperti halnya poto-poto yang corrupt karena virus.. Nyesek..

    Yayaya..

    Keep writing and keep sharing!!

  3. WordPress kedatangan banyak penghuni baru. Selain meramaikan, semoga bisa memberi manfaat. Wah keren nih Fatah bukunya makin banyak. Ajak2 dong kalau ada proyek antologi lagi. Hihi.. *minta* 😀

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s