Pagah

Pagah

Sejak kecil, saya mendapat cap sebagai anak yang keras kepala. Kalau dalam bahasa Sasak, bahasa ibu saya, disebut ‘pagah’. Bahkan, ada satu ungkapan khas Sasak terkait ini, yakni ‘Pagah Praya’ alias keras kepala seperti orang-orang Praya. Praya ini ibu kota Lombok Tengah. Ia mewakili karakter khas orang-orang Lombok Tengah yang keras kepala, beradu argumen, dan … Baca lebih lanjut

Membacakan Sepeda Merah untuk Puspa

Membacakan Sepeda Merah untuk Puspa

Tadi malam sekitar pukul 7 di Kampung Inggris Pare, Kediri. Gerimis kecil turun. Setelah melewati jalan kampung dan gang, saya tiba juga di tepi jalan raya. Saya menyusuri trotoar dan memilih berhenti di sebuah warung untuk menunggu bus Rukun Jaya tujuan Surabaya. “Sudah makan, Mas?” tanya ibu warung. Ragu saya menjawab, “Sudah, Bu,” meskipun hati … Baca lebih lanjut

Kembali Menulis Puisi

Kembali Menulis Puisi

Mengamati gerak sebuah penerbit yang belakangan ini rajin menerbitkan buku-buku sastra, khususnya kumpulan cerpen dan puisi, saya merasa dibangkitkan. Saya ingin punya buku kumpulan puisi juga. Oke, ini bukan ikut-ikutan semata. Tapi, saya sungguh kangen bisa menerbitkan buku solo lagi setelah 5 tahun Travelicious Lombok hadir di tengah pembaca. Saya sempat terpikir menulis buku traveling lagi. Saya … Baca lebih lanjut

Oh My Goodness untuk Al-Furqon

Oh My Goodness untuk Al-Furqon

“Creativity is a Habit, not Genetic”. Itu adalah bab pertama buku Oh My Goodness karya Yoris Sebastian. Saya sengaja membawa buku ini pada Jumat kemarin (25/11) sebagai bekal di kereta api Rapih Dhoho. Saya hendak menunjukkan dan menceritakan isi buku ini pada adik-adik saya di Kelas Menulis Al-Furqon, Ponpes Darul Ulum Jombang. Buku ini saya beli di … Baca lebih lanjut

Adab & Akhlak: Kontras Dua Kelas

Adab & Akhlak: Kontras Dua Kelas

Saat mengajar di sebuah kelas, saya cukup terganggu dengan tingkah laku seorang siswa. Dia tak berhenti ngomong dan menyela ketika temannya sedang presentasi. Ada saja hal tak penting yang ia lontarkan. Teman-temannya ikut tertawa, saya tidak. Saya menahan geram. Saya biarkan saja sambil terus menyimak presentasi. Saya sengaja memilih duduk di tengah-tengah mereka. Si anak … Baca lebih lanjut

Melawan Miskin Pikiran

Melawan Miskin Pikiran

Belakangan ini, saya sedang gandrung mengikuti kolom yang ditulis oleh Hasanudin Abdurakhman di laman Kompas.com. Kegandrungan saya bukan sekadar karena gaya tulisannya yang renyah dengan kalimat yang padat dan lugas, tapi lebih pada gagasan-gagasannya yang menggugat. Banyak hal yang ia gugat. Tentang sistem birokasi, ekonomi, teknologi, dan pendidikan, dan banyak lagi, Namun, semua bermuara pada … Baca lebih lanjut

Berkawan dengan Kegelisahan, Belajar Ala Kekinian

Berkawan dengan Kegelisahan, Belajar Ala Kekinian

Kegelisahan bukan untuk dimusuhi, tapi dikawani. Itu yang coba saya lakukan di kelas ekowisata Surabaya Hotel School. Tiap kali masuk kelas, ada sekelompok mahasiswa yang saya pindai mendengarkan lagu dengan headset. Mereka pun gegas mematikannya. Itu upaya mereka, mungkin, untuk bunuh waktu. Saya cukup sering pula lihat mahasiswa yang cek hp mereka saat kelas berlangsung. … Baca lebih lanjut

Tubuh Pun Punya Haknya

Tubuh Pun Punya Haknya

Tubuh punya keterbatasan. Ketika kau mendayagunakannya secara berlebihan, ia akan berontak. Ia akan memberikan alarm. Tanda. Istirahatkan saya. Istirahatkan. Mungkin demikian ia berkata andai bisa. Tanpa bicara pun, harusnya kita peka. Kitalah yang harus mengasah kepekaan mengenai alarm alamiah tubuh kita. Kita yang bisa rasakan segar, sehat. Kita pula yang rasakan lelah. Meski kadang semangat atau nafsu … Baca lebih lanjut