Mengikuti Perjalanan Ajaib Edward Tulane

Mengikuti Perjalanan Ajaib Edward Tulane

 … Hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan, dan menyayangi lagi. (Kate DiCamillo) Saya baru saja selesai membaca “The Miraculous Journey of Edward Tulane” karya Kate Dicamillo. Buku untuk anak-anak tersebut saya pinjam dari rekan mengajar saya di IWEC. Sudah lama saya tertarik membacanya. Lewat rekomendasi teman juga tulisan yang saya baca di … Baca lebih lanjut

Spontanitas Menulis Puisi

Spontanitas Menulis Puisi

Dalam menulis puisi, saya mengandalkan spontanitas. Entah saya terngiang pada satu kata atau satu gagasan atau satu peristiwa, saya akan segera menjadikannya ruh tulisan saya. Semisal, saat merevisi modul kelas menulis untuk sekolah tempat saya mengajar, saya tertumbuk pada kata ‘teh’. Kata ‘teh’ ini ditulis oleh rekan pengajar saya. Ia gemar betul dengan teh. Itu … Baca lebih lanjut

Hadiah Ulang Tahun ke-29

Hadiah Ulang Tahun ke-29

27 Juni nanti saya akan berusia 29 tahun. Saya akan menghadiahi diri saya dengan karya terbaru, Insyaallah. Sebuah buku kumpulan puisi. Apalagi itu masih dalam suasana Syawal, saya pikir akan menjadi momentum yang sakral. Setidaknya buat saya pribadi. Saya tidak punya keinginan yang muluk-muluk. Saya juga tidak merencanakan untuk pergi ke suatu tempat, misalnya. Kemungkinan … Baca lebih lanjut

Laki-Laki yang Menangis Itu Lemah?

Laki-Laki yang Menangis Itu Lemah?

  Ini kampanye yang menarik dari AJ+. Di Australia sana, 75% yang meninggal akibat bunuh diri adalah laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena ketika jiwa mereka tertekan, lingkungan sosial mereka memaksa mereka untuk tetap menunjukkan sisi maskulin. Jangan sampai menangis. Jangan sampai mengeluarkan emosi alamiah untuk mengeluarkan air mata. Padahal, bayi laki-laki dan bayi perempuan sama-sama lahir … Baca lebih lanjut

Pagah

Pagah

Sejak kecil, saya mendapat cap sebagai anak yang keras kepala. Kalau dalam bahasa Sasak, bahasa ibu saya, disebut ‘pagah’. Bahkan, ada satu ungkapan khas Sasak terkait ini, yakni ‘Pagah Praya’ alias keras kepala seperti orang-orang Praya. Praya ini ibu kota Lombok Tengah. Ia mewakili karakter khas orang-orang Lombok Tengah yang keras kepala, beradu argumen, dan … Baca lebih lanjut

Membacakan Sepeda Merah untuk Puspa

Membacakan Sepeda Merah untuk Puspa

Tadi malam sekitar pukul 7 di Kampung Inggris Pare, Kediri. Gerimis kecil turun. Setelah melewati jalan kampung dan gang, saya tiba juga di tepi jalan raya. Saya menyusuri trotoar dan memilih berhenti di sebuah warung untuk menunggu bus Rukun Jaya tujuan Surabaya. “Sudah makan, Mas?” tanya ibu warung. Ragu saya menjawab, “Sudah, Bu,” meskipun hati … Baca lebih lanjut

Kembali Menulis Puisi

Kembali Menulis Puisi

Mengamati gerak sebuah penerbit yang belakangan ini rajin menerbitkan buku-buku sastra, khususnya kumpulan cerpen dan puisi, saya merasa dibangkitkan. Saya ingin punya buku kumpulan puisi juga. Oke, ini bukan ikut-ikutan semata. Tapi, saya sungguh kangen bisa menerbitkan buku solo lagi setelah 5 tahun Travelicious Lombok hadir di tengah pembaca. Saya sempat terpikir menulis buku traveling lagi. Saya … Baca lebih lanjut

Oh My Goodness untuk Al-Furqon

Oh My Goodness untuk Al-Furqon

“Creativity is a Habit, not Genetic”. Itu adalah bab pertama buku Oh My Goodness karya Yoris Sebastian. Saya sengaja membawa buku ini pada Jumat kemarin (25/11) sebagai bekal di kereta api Rapih Dhoho. Saya hendak menunjukkan dan menceritakan isi buku ini pada adik-adik saya di Kelas Menulis Al-Furqon, Ponpes Darul Ulum Jombang. Buku ini saya beli di … Baca lebih lanjut

Adab & Akhlak: Kontras Dua Kelas

Adab & Akhlak: Kontras Dua Kelas

Saat mengajar di sebuah kelas, saya cukup terganggu dengan tingkah laku seorang siswa. Dia tak berhenti ngomong dan menyela ketika temannya sedang presentasi. Ada saja hal tak penting yang ia lontarkan. Teman-temannya ikut tertawa, saya tidak. Saya menahan geram. Saya biarkan saja sambil terus menyimak presentasi. Saya sengaja memilih duduk di tengah-tengah mereka. Si anak … Baca lebih lanjut