Minoritas Kreatif Berdedikasi

Minoritas Kreatif Berdedikasi

“Almost always, the creative dedicated minority has made the world better. ” – Martin Luther King, Jr. Istilah ‘creative dedicated minority’ saya temukan secara tak sengaja ketika menelusuri laman Google. Itu gegara pertanyaan yang muncul dari seorang mahasiswa DKV ITS yang sedang magang di kantor. “Mas, dedicated minority itu, apa?” Dengan intuisi, saya coba menerka … Baca lebih lanjut

Kala Mata Sejenak Tak Akrab Cahaya, Bagaimana Indra Lainnya Bekerja?

Kala Mata Sejenak Tak Akrab Cahaya, Bagaimana Indra Lainnya Bekerja?

“Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau disentuh. Semuanya harus dirasakan dengan hati.” (Helen Keller) Jumat lalu (9/9) di kelas menulis Asrama Al Furqon, kami belajar deskripsi. Memaksimalkan pancaindra. Berhubung para penulis pemula biasanya menggunakan indra penglihatan secara dominan, saya meminta mereka untuk menguncinya sejenak. Biar indra-indra lainnya optimal ambil peran. Sebab, … Baca lebih lanjut

Faces & Places

Faces & Places

Sejak membaca ‘Hidup Sederhana’ Desi Anwar yang terlebih dahulu terbit edisi bahasa Inggrisnya ‘A Simple Life’, saya kesengsem dengan kesederhanaan tuturnya. Mengayun pelan namun berisi. Catatan-catatannya kontemplatif. Laiknya sedang membaca pikiran yang meditatif. Sosok yang cerdas namun dengan pembawaan yang tenang, tak heran kiranya jika Desi Anwar adalah salah satu senior anchor favorit saya. Ia … Baca lebih lanjut

Hidup Minimalis dengan Banyak Buku

Hidup Minimalis dengan Banyak Buku

Terdengar bertolak belakang? Saya ingin hidup yang simpel. Tidak terlalu terikat oleh barang-barang, kecuali buku. Saya lebih suka ruangan yang lowong. Tidak banyak perabotan. Tidak banyak barang tak berguna untuk sekadar pajangan. Saya lebih menginginkan sesuatu yang fungsional. Syukur-syukur jika memiliki nilai estetika. Termasuk pakaian. Saya ingin pakaian yang simpel saja. Tidak begitu mencolok. Tidak … Baca lebih lanjut

Sawah Samping Rumah

Sawah Samping Rumah

Ada hal-hal yang tak bisa terekam oleh foto dan tulisan. Bahkan, oleh media audio visual sekalipun. Apa itu? Desiran angin, aroma sampah daun, bau lumpur sawah, rasa umbi talas, juga hati yang damai. Sebaik-baiknya kata melukiskan, tetap saja semua menjadi citra. Tertata dan terikat oleh teks. Belum bisa, embus angin keluar dari teks yang kau … Baca lebih lanjut

Apakah Awan?

Apakah Awan?

Apakah kau pikir awan hanyalah kapas yang saban hari mengapung di langit? Apakah kau kira awan tak bisa menghapus lara yang lama bertahta? Apakah kau anggap awan hanyalah omong kosong titik air yang lewat sejenak tanpa mengandung makna? Apakah awan cuma mengulang pola sebagaimana hati yang kebas pada suka duka? Jika awan kau tanya, mungkin … Baca lebih lanjut

Lama Tak Berpikir Kue

Lama Tak Berpikir Kue

Kali pertama keluarga ‘merayakan’ ulang tahun saya adalah saat saya masih kecil. Masih duduk di Madrasah Ibtidaiyah. Lupa usia berapa. Beberapa saudara kandung dan sepupu membungkuskan hadiah. Saya ingat, ada kraker keju dan alat-alat tulis. Sesuatu untuk saya tiup hanyalah sebatang lilin putih. Kami ‘merayakan’nya di musala samping rumah. Musala yang dinamai dengan nama saya. … Baca lebih lanjut

Kelas Dodol

Kelas Dodol

Membaca buku harian siswa-siswi SD Al-Falah yang tergabung dalam Klub Jurnalis – Penulis Cilik, ada beberapa hal yang jadi catatan saya. Rata-rata masih bercerita berdasarkan sekuensi waktu. Maka, penggunaan kata ‘lalu’, ‘setelah itu’, dan ‘kemudian’ acap saya temukan. Hanya segelintir saja yang berupaya menangkap satu momen menarik dari seharian penuh mereka beraktivitas, lalu mengeksplorasinya. Biar … Baca lebih lanjut

Ah, Anak-Anak Ini…

Ah, Anak-Anak Ini…

“Kak Lalu, doakan aku sama Fathan ya? Biar cita-cita kami jadi pembalap bisa tercapai,” kata Abhista saat kami duduk di warung gado-gado dekat sekolah mereka. “Aamiin… Kak Lalu doakan, kok.” Mereka adalah dua di antara 28 anak SD Al Falah yang ikut ekskul menulis. Tiga minggu yang lalu, saya resmi berhenti menemani mereka. “Kalian tetap … Baca lebih lanjut