Sepasang Manusia Senja

Sepasang Manusia Senja

Mereka berusia 69 dan 53. Slamet Hariyanto dan Pujiati. Mereka pasangan suami istri. Sang suami kena stroke ringan, sementara istrinya pernah operasi rahim. Tiada anak mereka punya. Satu pun. Di samping kiri saya, sang suami duduk diam dengan wajah teduhnya. Sesekali menimpali omongan istrinya dengan gumaman. Sementara sang istri begitu ceriwis cerita ini itu kepada … Baca lebih lanjut

Keganjilan dalam ‘The Act of Killing’

Keganjilan dalam ‘The Act of Killing’

Selama menonton The Act of Killing di YouTube, saya membuka beberapa situs terkait film tersebut. Saya menyimak wawancara Joshua, sang sutradara, dengan VoA. Saya cek beberapa media yang memberitakan film ini. Juga, bangunan berbentuk ikan yang menjadi gambar poster film ini. Saya tidak akan mengulas film yang ber-setting di Sumatera Utara ini. Saya justru terpancing oleh … Baca lebih lanjut

Pertanyaan Tentang Diri

Pertanyaan Tentang Diri

Saya tak bisa memungkiri jika jiwa ini terasa seperti pengembara ulung. Ia ingin terus bergerak berpindah, mencari dan tak pernah berhenti. Jikapun berhenti, itu hanya untuk rehat sejenak sebelum akhirnya beranjak pergi. Jiwa ini selalu gelisah. Bercokol di satu titik, tak bisa lama. Senyaman apa pun zona itu, kata orang. Ia punya kecenderungan untuk tidak … Baca lebih lanjut

Darah Sastra dari Siapa?

Darah Sastra dari Siapa?

Muhammad Yunus, kakek saya dari pihak ibu adalah sosok yang senang bersastra lisan. Tepatnya, beliau suka berpantun. Pantun pun yang jenaka. Dalam bahasa Sasak, kami menyebutnya lelakaq. Saya masih ingat, saat itu saya belum masuk sekolah dasar. Kakek saya duduk-duduk di berugak sembari berpantun, lalu tertawa-tawa riang. Kalau sedang rehat siang, kadang kami, para cucu, … Baca lebih lanjut

Ombak Oranye: 92 Puisi untuk Usia 29

Ombak Oranye: 92 Puisi untuk Usia 29

Bulan ini, Juni, tepatnya tanggal 27, saya akan genap berusia 29 tahun. Jika tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya menyempatkan diri menulis di blog mengenai refleksi perjalanan hidup saya, nah tahun ini sedikit berbeda. Saya merefleksikannya dalam bentuk buku. Buku kumpulan puisi. Judulnya Ombak Oranye. Saya memilih menghadiahi diri saya sendiri dengan karya. Hadiah barang, tak begitu menarik … Baca lebih lanjut

Wawancara dengan Vivat Press ITS

Wawancara dengan Vivat Press ITS

Pada 22 April 2017 saya diundang untuk mengisi Workshop Gerakan ITS Menulis (GIM) bertajuk “Yang Terucap Terlupa, Yang Tertulis Abadi”. Ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian acara Gerakan ITS Menulis. Gerakan ITS Menulis sendiri merupakan program kerja dari Badan Semi Otonom (BSO) Vivat Press, yang mewadahi dunia kejurnalistikan di ITS. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan … Baca lebih lanjut

Kalaupun Menulis Memoar, Bagian Mana dari Kehidupan yang Akan Saya Tulis?

Kalaupun Menulis Memoar, Bagian Mana dari Kehidupan yang Akan Saya Tulis?

Saya sedang membuat beberapa rencana di dalam kepala saya. Tidak itu saja, saya menuliskannya. Sebagai pengingat, tentu. Buku puisi saya sedang masa penggarapan sampul. Naskahnya sendiri belum saya pilah dan pilih. Masih ada penambahan sampai jumlah tertentu yang ideal menurut saya. Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan, saya ingin terus berkarya. Berkarya sampai mati. Jadi, dalam … Baca lebih lanjut

Karena Saya Punya Energi Positif Lebih

Karena Saya Punya Energi Positif Lebih

“Kenapa kamu memilih Shs Surabaya?” tanya saya. “Karena saya punya energi positif lebih. Saya ingin membagikannya pada orang lain,” ucap pemuda berusia 25 tahun itu dengan serius. Sontak teman-temannya tertawa. Saya pun tertawa sekaligus takjub. Ada ‘sesuatu’ dalam diri pemuda ini. Saya mengenalnya pada Selasa malam lalu, usai kelas Ecotourism. Saat itu saya sedang berbincang … Baca lebih lanjut