Hidup Minimalis dengan Banyak Buku

Hidup Minimalis dengan Banyak Buku

Terdengar bertolak belakang? Saya ingin hidup yang simpel. Tidak terlalu terikat oleh barang-barang, kecuali buku. Saya lebih suka ruangan yang lowong. Tidak banyak perabotan. Tidak banyak barang tak berguna untuk sekadar pajangan. Saya lebih menginginkan sesuatu yang fungsional. Syukur-syukur jika memiliki nilai estetika. Termasuk pakaian. Saya ingin pakaian yang simpel saja. Tidak begitu mencolok. Tidak … Baca lebih lanjut

Sawah Samping Rumah

Sawah Samping Rumah

Ada hal-hal yang tak bisa terekam oleh foto dan tulisan. Bahkan, oleh media audio visual sekalipun. Apa itu? Desiran angin, aroma sampah daun, bau lumpur sawah, rasa umbi talas, juga hati yang damai. Sebaik-baiknya kata melukiskan, tetap saja semua menjadi citra. Tertata dan terikat oleh teks. Belum bisa, embus angin keluar dari teks yang kau … Baca lebih lanjut

Apakah Awan?

Apakah Awan?

Apakah kau pikir awan hanyalah kapas yang saban hari mengapung di langit? Apakah kau kira awan tak bisa menghapus lara yang lama bertahta? Apakah kau anggap awan hanyalah omong kosong titik air yang lewat sejenak tanpa mengandung makna? Apakah awan cuma mengulang pola sebagaimana hati yang kebas pada suka duka? Jika awan kau tanya, mungkin … Baca lebih lanjut

Lama Tak Berpikir Kue

Lama Tak Berpikir Kue

Kali pertama keluarga ‘merayakan’ ulang tahun saya adalah saat saya masih kecil. Masih duduk di Madrasah Ibtidaiyah. Lupa usia berapa. Beberapa saudara kandung dan sepupu membungkuskan hadiah. Saya ingat, ada kraker keju dan alat-alat tulis. Sesuatu untuk saya tiup hanyalah sebatang lilin putih. Kami ‘merayakan’nya di musala samping rumah. Musala yang dinamai dengan nama saya. … Baca lebih lanjut

Kelas Dodol

Kelas Dodol

Membaca buku harian siswa-siswi SD Al-Falah yang tergabung dalam Klub Jurnalis – Penulis Cilik, ada beberapa hal yang jadi catatan saya. Rata-rata masih bercerita berdasarkan sekuensi waktu. Maka, penggunaan kata ‘lalu’, ‘setelah itu’, dan ‘kemudian’ acap saya temukan. Hanya segelintir saja yang berupaya menangkap satu momen menarik dari seharian penuh mereka beraktivitas, lalu mengeksplorasinya. Biar … Baca lebih lanjut

Ah, Anak-Anak Ini…

Ah, Anak-Anak Ini…

“Kak Lalu, doakan aku sama Fathan ya? Biar cita-cita kami jadi pembalap bisa tercapai,” kata Abhista saat kami duduk di warung gado-gado dekat sekolah mereka. “Aamiin… Kak Lalu doakan, kok.” Mereka adalah dua di antara 28 anak SD Al Falah yang ikut ekskul menulis. Tiga minggu yang lalu, saya resmi berhenti menemani mereka. “Kalian tetap … Baca lebih lanjut

Marie Mulheim

Marie Mulheim

Perangainya pemalu. Tipikal introvert. Dia lebih suka solo traveling, utamanya ke tempat-tempat yang tidak terlalu banyak turis. Maka, beruntung sekali dia hari ini saya pandu ke Taman Nasional Baluran karena sepi pengunjung. Gadis 24 tahun asal Brittany, West Coast, Perancis ini memilih Baloeran Ecolodge sebagai persinggahannya setelah Bali. Ia mengetahuinya dari situs yang dikelola oleh … Baca lebih lanjut

Literasi Ala Sekolah yang Bikin Sakit Hati

Literasi Ala Sekolah yang Bikin Sakit Hati

“Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua.” (Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie). Membaca postingan Pak Satria Dharma juga tambahan ide dari Pak Nurdin Razak via telepon pagi ini, memang bikin siapa saja (yang idealis) jadi sakit hati. Soal … Baca lebih lanjut

Mana Jalan yang Kau Ambil?

Mana Jalan yang Kau Ambil?

Assalamu’alaikum wr.wb. Saya memulai sesi ini dengan membacakan puisi Robert Frost yang berjudul “The Road Not Taken”. Robert Frost adalah penyair kelahiran San Fransisco, California, tahun 1874. Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan, Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya, Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama dan memandang ke satu jalan sejauh yang aku … Baca lebih lanjut